Penjualan Sinarmas Melebihi "Recurring Income"

20 May 2015 News Archive | Google+

SERPONG, KOMPAS.com - Kontribusi pendapatan berulang dari produk properti Sinarmas Land Group saat ini bukanlah fokus utama pendapatan perusahaan. Menurut Managing Director Corporate Strategy and Services Sinarmas Land Ishak Chandra, pendapatan dari penjualan properti masih lebih bagus. 

Berbeda dengan perusahaan lain yang mengalami penjualan turun, tidak demikian dengan Sinarmas Land Group.

"Recurring income masih kalah cepat dari penjualan. Kami tidak fokus di sini," ujar Ishak kepada Kompas.com, di Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (19/5/2015).

Ishak menjelaskan, pertumbuhan penjualan anak usaha, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) pada kuartal pertama di 2015 saja sudah mencapai 25 persen. Hingga akhir 2015, ia menetapkan target sebesar 15 persen, dengan angka pra-penjualan sebesar Rp 7,5 triliun. Tahun ini, Sinarmas land juga menargetkan total gross development value Rp 7,1 triliun.

Sementara jika dibandingkan dengan recurring income, pertumbuhannya saat ini baru mencapai 15-17 persen. Akhir 2015, targetnya tumbuh 15 persen.

Recurring income ini, berasal dari perkantoran, trade center, mal, dan hotel. Tahun ini, Sinarmas Land membangun pusat perbelanjaan bertajuk Q-Big di kawasan BSD City, Serpong. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2016 mendatang. Pembangunan pusat perbelanjaan ini menelan dana investasi sekitar Rp 600 miliar.

Pusat perbelanjaan yang berdiri di atas lahan seluas 17,5 hektare ini akan banyak diisi oleh tenan besar, misalnya Courts, Mitra 10, Lulu Hypermarket, dan Factory Outlet. Para tenan besar tersebut menyewa lahan seluas 10.000 dengan biaya sewa rerata sebesar Rp 100.000 per meter persegi per bulan dalam jangka waktu 10 tahun plus 10 tahun.

Selain itu, Sinarmas Land juga akan membangun pusat perbelanjaan di Kota Wisata, Cibubur pada pertengahan tahun ini. Luasnya akan mencapai sekitar 40.000 meter persegi.

Selain membangun mal, Sinar Mas juga tengah membangun satu hotelbudget di Semarang yang akan dioperasikan oleh jaringan operator hotel internasional. Hotel ekonomi ini rencananya akan berisi 165 kamar dengan dana investasi berkisar Rp 80 miliar. Tidak hanya itu, Sinarmas Land juga akan membangun dua hotel lainnya di kawasan Jakarta dan BSD City Serpong.

Penulis : Arimbi Ramadhiani
Editor : Hilda B Alexander