Membeli Properti Dengan KPR atau Kas Keras

20 February 2018 Google+
perumahan murah di bekasi

Investasi dalam bidang properti memang tidak pernah mati bahkan terus berkembang. Contohnya saat membeli perumahan di Bekasi atau area yang lain. Rata-rata konsumen diberi pilihan membeli properti secara cicilan dengan menggunakan program KPR atau dapat bayar langsung secara tunai dengan kas keras.

Tentunya hal tersebut bergantung pada kesediaan dana yang ada. KPR biasanya dipilih mereka yang memiliki dana terbatas karena skema yang ditawarkan dianggap meringankan. Selain itu, cara KPR dianggap jauh lebih aman dikarenakan adanya kelengkapan surat serta administrasi properti yang dilaksanakan langsung oleh Bank yang menyalurkan kredit. Sayangnya kelemahan dari KPR adalah bunga yang dipatok dan harus dibayarkan secara mencicil. Bisa dikatakan bunga tersebut tidaklah murah.

Skema lainnya adalah dengan tunai atau kas keras yaitu mencicil langsung ke pihak pengembang. Misalnya Anda membeli langsung perumahan murah di Bekasi. Sebagai konsumen, Anda dapat menyesuaikan besaran cicilan yang ingin dibayar sesuai dengan kemampuan. Sementara itu besaran DP (Down Payment) juga tidak mengikuti ketentuan regulator meski masa tenurnya jauh lebih pendek.

Lalu manakah pilihan yang paling tepat, membeli properti dengan KPR atau kas keras?

Tunai keras kebanyakan memang dipilih oleh mereka dari kalangan menengah ke atas. Lembaga konsultan properti, Colliers International, mengatakan bahwa skema tuna keras dengan membeli dan menyicil langsung ke pengembang menjadi trend beberapa tahun terakhir ini. Khususnya untuk para konsumen yang ingin membeli hunian bertingkat yaitu apartemen.

“Risikonya juga lebih banyak. Kalau dari bank kan ada jaminan. Kalau langsung ini, penyelamatnya cuma perjanjian jual beli antar kedua pihak saja. Harus benar-benar siap dengan risikonya,” ujar Budi Raharja sebagai seorang perencana keuangan.

Senior Associate Director of Research Colliers International, Ferry Salanto, juga menambahkan bahwa dipilihnya skema tunai keras karena motivasi kebanyakan orang membeli apartemen adalah untuk investasi. “Motif kebanyakan orang beli apartemen adalah investasi. Makanya, cara ini (langsung beli ke pengembang) banyak digunakan,” kata Ferry.

Ferry menambahkan bahwa skema tersebut sangat marak sebab karena adanya permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan, banyak konsumen yang ingin membeli properti dengan mudah tanpa proses administrasi ribet. Sementara dari sisi penawaran, pengembang perlu putar otak memberikan tawaran menarik kepada masyarakat termasuk cicilan langsung ke pengembang. Hal ini disebabkan sektor properti belakangan ini dianggap kurang bergairah.

“Dengan kondisi seret ini, pengembang kian kreatif dan berani, dengan menawarkan skema cicilan langsung ke mereka,” jelas Ferry. Ia juga menambahkan bahwa cara cicilan langsung ke pengembang masih akan menjadi trend yang dipilih masyarakat kebanyakan terutama sepanjang tahun ini. Ditambah lagi dari sisi perbankan, tidak ada kepastian mengenai tingkat suku bunga yang ada.

Tentunya jika Anda membeli perumahan entah di Bekasi ataupun hunian di daerah lain, misal perumahan di Cibubur. Pastikan bahwa skema yang ditawarkan tidak merugikan dan memudahkan dalam pembelian properti.

Sumber ref.: CNNindonesia.com