Bisnis Properti Dipercaya Tumbuh Positif di Tahun Politik

20 February 2018 Google+
perumahan di cibubur

Jakarta – Dinamika yang terjadi di sektor politik dipercaya akan memberikan pengaruh dalam bisnis properti. Terutama di tahun 2018 ini dimana akan digelar pemilihan kepada daerah secara serentak untuk 171 wilayah. Lalu, baru saja Presiden RI, Jokowi, mengadakan reshuffle kabinetnya. Tapi banyak yang percaya reshuffle tersebut tak akan mempengaruhi sektor properti, termasuk perumahan di Bekasi, Tangerang, dan area Jakarta lainnya.

Puji Agus Kurniawan, Direktur Neraca Pengeluaran Badan Pusat Statistik, juga memprediksi bahwa masih ada banyak faktor yang bisa menjadi harapan bagi sektor properti untuk tetap tumbuh di tahun ini. Hal itu pun dia sampaikan pada saat acara diskusi Property Outlook pada hari Rabu (17/1/2018).

“Kalau kita lihat secara keseluruhan indikator yang ada masih bisa menunjukkan perbaikan,” kata Puji.

Faktor yang dimaksud ialah mengenai faktor contohnya seperti aturan atau kebijakan pemerintah yang kelihatan masih mendukung sektor infrastruktur. Tidak ketinggalan termasuk sektor perumahan lewat Program Nasional Satu Juta Rumah. Jadi tidak mengherankan kalau makin banyak perumahan di Bekasi, Tangerang, dan area Jakarta lainnya maupun Indonesia secara keseluruhan.

“Kita bisa lihat, kebijakan pemerintah menjadikan pembangunan perumahan sebagai kebijakan prioritas. Dilihat dari pagu perumahan pun juga cukup besar,” Puji menambahkan.

Selain faktor tersebut, juga ada faktor suku bunga acuan yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia). Suku bunga saat ini masih ada di kisaran 4,25 persen. Bisa dikatakan besar suku bunga tersebut masih relatif rendah sehingga sangat diharapkan kemampuan daya beli masyarakat dalam membeli rumah juga makin meningkat.

Sinarmas Land tetap optimis tumbuh positif di tahun politik

Mengenai optimisme dan potensi bisnis properti di tahun politik juga disampaikan oleh Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land. Ishak mengatakan bahwa potensi pasar hunian masih tumbuh positif tahun ini khususnya di kota wisata di Cibubur. Hal tersebut juga bisa dilihat dari adanya peningkatan bisnis pada perumahan di Cibubur.

Apalagi Kota Wisata mempunyai konsep TOD (Transit Oriented Development) yang sedang sangat digalakkan. TOD tersebut membantu mengintegrasikan transportasi bagi daerah-daerah sekitarnya.

Contohnya saat ini telah dibangun akses langsung dari pintu tol Cimanggis - Cibitung  dimana rencananya sudah bisa dioperasikan tahun 2018 ini. Tol yang dimaksud tersebut juga nanti akan terhubung dengan rute tol yang ada di Jagorawi serta tol TB/ tol JORR 2. Akses tersebut akan mempermudah jalur ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Tidak hanya mengenai keberadaan akses jalan tol yang semakin mudah. Akses dari dan ke kota wisata itu akan didukung juga oleh kehadiran LRT (Light Rapid Transit) yang mulai akan beroperasi di tahun yang sama.

Sumber: Kompas.com ; Properti.bisnis.com