06 February 2018 News Archive | Google+

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bumi Serpong Damai Tbk. kerap menjadi top pick oleh sejumlah sekuritas ketika menilai kinerja sektor properti. Sepanjang tahun ini pun, saham emiten dengan kode BSDE ini sudah meningkat hampir 11% ke level Rp1.885 per saham. Bagaimana prospeknya tahun ini?

Aurellia Setiabudi, Analis MayBank Kim Eng Sekuritas, mengatakan bahwa BSDE melaporkan capaian marketing sales Rp7,2 triliun sepanjang 2017. Capaian ini meningkat 16% dibandingkan realisasi 2016, sesuai dengan target perseroan dan lebih tinggi 1% dari estimasi MayBank KE Sekuritas.

Meski begitu, penjualan dari segmen residensial menyumbang Rp2,3 triliun pada tahun lalu, yang merupakan capaian terendah sejak 2013.

Penjualan pada kuartal akhir 2017 didorong oleh promosi marketing dari stok unit-unit residensialnya yang sudah tersedia senilai Rp872 miliar dan penjualan plot lahan Rp1,4 triliun.

“Untuk 2018, kami menilai marketing sales BSDE akan melambat 7% seiring proyeksi kami terhadap penjualan plot lahan yang lebih rendah tahun ini,” ungkapnya dalam riset yang dikutip Minggu (4/2/2018).

Aurellia memberi rekomendasi hold atas saham BSDE dengan target harga Rp1.850, yang merefleksikan diskon 49% terhadap RNAV.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas memberi rekomendasi beli atas saham BSDE dengan target harga Rp2.200 untuk periode 52 pekan, terhitung sejak awal tahun ini. Menurut Sinar Mas Sekuritas, target harga tersebut merefleksikan diskon 60% terhadap NAV dan mencerminkan PE Ratio terhadap proyksi kinerja 2018 sebesar 13,3 kali.

Richardson Raymond, Analis Sinarmas Sekuritas, mengatakan bahwa BSDE masih berhasil tumbuh di era pasar properti yang lemah saat ini, terutama karena ditopang oleh penjualan plot lahan.

Faktor yang bisa menjadi pendorong kinerja BSDE antara lain luasnya cadangan lahan perseroan, pendapatan berulang yang terus meningkat, dan penyelesaian konstruksi proyek tol.

Sementara itu, faktor yang berpotensi menghambat kinerja perseroan antara lain karena meningkatnya proyek padat modal dan pemulihan permintaan yang melemah dibandingkan yang diharapkan.

Sinarmas Sekuritas memperkirakan marketing sales perseroan tahun ini akan relatif flat bahkan turun 1% dibandingkan tahun lalu, atau sekitar Rp6,75 triliun. Penjualan plot lahan masih akan menjadi penyumbang terbesar dari capaian marketing sales tahun ini.

Penjualan plot lahan masih akan tinggi sebab banyaknya proyek tol baru di sekitar BSD City akan mengundang banyak investor yang akan menumbuhkan daerah tersebut. Sejumlah proyek tol seperti Serpong-Balaraja, Kunciran-Serpong, dan Serpong-Cinere telah memulai proses akuisisi lahan dan konstruksi.

“Selain itu, BSD memiliki proyek properti investasi yang terus bertumbuh dan menargetkan capaian kontribusi 25% dari total penjualan dalam waktu dekat,” ungkapnya dalam riset awal tahun ini.

Katalisnya yakni proyek baru Sinarmas MSIG Tower yang diproyeksikan akan mencapai tingkat okupansi 60% di 2018 dan 2019. Saat ini, tingkat okupansinya baru 30%.

 

Source : http://market.bisnis.com/read/20180205/189/734342/saham-bumi-serpong-damai-bsde-tembus-rp2.200