Penjualan BSD Lampaui Target

20 January 2015 News Archive | Google+

Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berhasil merealisasikan penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 6,5 triliun selama 2014, lebih tinggi 8,3 persen dibandingkan target yang mencapai Rp 6 triliun. Meski demikian, jumlah tersebut turun 11 persen dibandingkan total realisasi marketing sales2013 yang mencapai Rp 7,3 triliun.

Manajemen Bumi Serpong Damai atau BSD mengungkapkan, jumlah marketing salessepanjang 2014 memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya penjualan lahan kepada perusahaan patungan (joint venture/JV) Hongkong Land dan AEON Mall pada 2013.

“Jika tidak menghitung penjualan lahan masing-masing periode, marketing sales selama tahun lalu tercatat sebesar Rp 6,2 triliun atau tumbuh 15 persen dibandingkan 2013 yakni Rp 5,4 triliun,” jelas manajemen BSD dalam penjelasan resmi yang diterima Investor Daily, Senin (19/1).

Selama Januari – Desember 2014, anggota kelompok usaha Sinar Mas itu menjual sebanyak 2.422 unit perumahan, lahan, rumah toko, strata title, dan industrial. Secara rinci, penjualan rumah menyumbang porsi terbesar sebanyak Rp 3,1 triliun atau 48 persen dari total marketing sales. Jumlah ini diikuti penjualan lahan sebesar Rp 2 triliun (31 persen), rumah toko sebanyak Rp 664,3 miliar (10 persen), strata title senilai Rp 317,3 miliar (5 persen), dan industrial sebesar Rp 102,9 miliar (2 persen).

Dari segi proyek, sebagian besar marketing sales perseroan ditopang oleh BSD City Serpong dengan porsi sebesar 75 persen. Sementara itu, proyek Grand Wisata Bekasi dan Grand City Balikpapan masing-masing memberi kontribusi sebesar 6 persen.

Selanjutnya, Kota Wisata Cibubur menyumbang 5 persen, Taman Permata Buana sebesar 5 persen, dan Legenda Wisata Cibubur sebanyak 2 persen. Adapun Taman Banjar Wijaya Tangerang dan Kota Bunga Bogor memberikan 1 persen dari total penjualan.

Pada 2015, BSD menargetkan pertumbuhan sebesar 10 – 15 persen dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup penjualan sebanyak Rp 7,1 – 7,4 triliun tahun ini.

Hingga kuartal III – 2014, BSD membukukan laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun atau melesat 49 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,1 triliun. Meski begitu, pendapatan tercatat sebesar Rp 3,9 triliun atau lebih rendah dibandingkan kuartal III – 2013 yakni 4,2 triliun.

Sejak akhir tahun lalu, BSD mulai mengembangkan kawasan hunian berkonsep resor NavaPark senilai Rp 5 triliun. Proyek tersebut dibangun melalui JV dengan Hong Kong Land. Adapun BSD menguasai 51 persen saham sementara Hong Kong Land memiliki 49 persen.

Berdasarkan catatan Investor Daily, NavaPark menempati lahan seluas 68 ha di kota mandiri BSD City. Kawasan tersebut dirancang secara khusus oleh masterplanner global AECOM. Kawasan ini dilengkapi oleh infrastruktur bisnis, ritel, pusat belanja dan rekreasi. Sementara itu, hunian yang tersedia berupa rumah tapak, vila resor,mid-rise serta high-rise residential.

Sesuai rencana, NavaPark bakal dilengkapi oleh Country Club seluas 2,4 ha sebagai titik utama. NavaPark akan dikelilingi oleh fasilitas BSD City seperti Green Office Park, Indonesia Convention Exhibition, International Golf Course, AEON Mall, dan The Breeze Lifestyle Center.

Adapun pusat pendidikan yang terletak di kawasan tersebut meliputi Jakarta Nanyang School, Sinar Mas World Academy, Swiss German University, dan Prasetya Mulya Business School. Hunian premium yang ditawarkan NavaPark berada pada kisaran Rp 4,5 miliar hingga Rp 8,2 miliar per unit.

Penulis: TIM/FMB

Sumber: Investor Daily