21 December 2017 News Archive | Google+

JAKARTA - Penyanyi solo kawakkan Tanah Air, Glenn Fredly, lewat label musik yang dirintisnya, Musik Bagus, berkolaborasi dengan Sinar Mas Land, Indonesian Youth Conference, serta deretan musisi Indonesia mempersembahkan Musik Bagus Week yang diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta Selatan, pada 14-17 Desember 2017. 

Lewat kegiatan ini, penyanyi solo berdarah Ambon ini pun ingin lebih meningkatkan potensi yang ada dalam bidang musik sekaligus mendekatkan diri kepada penggemar. 

Glenn menilai, seragamnya industri musik di Indonesia saat ini berpengaruh pada terbatasnya ruang gerak bagi para musisi yang juga memiliki karya bagus, tapi tak terjamah media massa. Hal itu memberikan efek domino menjadikan musisi sekaliber Glenn membuat rumah khusus bagi para musisi yang tak tersentuh media mainstream dan industri lewat Rumah Bagus Indonesia. 

“Rumah Bagus Indonesia yang saya rintis ini merupakan wadah bagi mereka. Musisi-musisi yang tak tersentuh industri, tetap bisa memperkenalkan karyanya sehingga bisa dinikmati banyak orang,” ujar Glenn kepada KORAN SINDO di sela-sela jumpa pers Sinar Mas Land dan Musik Bagus persembahkan Musik Bagus Week di Restoran Bermuda Mall Cilandak Town Square, Cilandak, akhir pekan lalu. 

Bersama tim yang menguratori karya para musisi itu, pelantun lagu Januari tersebut berupaya agar kerja keras para musisi yang sudah bersusah payah berkarya bisa diapresiasi masyarakat. 

“Lewat demo yang dikirim, kami punya tim kreasi sendiri. Itu semua terhubung seperti demo terpilih. Sebisa mungkin mereka (para musisi) ketemu dengan pencinta musik di Indonesia,” kata Glenn. 

Para pencinta musik bisa mengakses situs www.musikbagus.org untuk mendengarkan karya para musisi yang memiliki genre berbeda dengan musisi yang biasa tampil di televisi atau sudah dikenal luas masyarakat. 

Para musisi yang sudah bergabung dengan Musik Bagus Indonesia di antaranya Yura Yunita, Gilbert Pohan, Laya Pesolima, Grup Aboda, dan penyanyi legendaris semisal Margie Segers. 

Kemudian baru-baru ini Orkes Moral Pengantar Minum Racun (PMR) pun ikut bergabung. Menariknya, lewat keterlibatan dalam Musik Bagus pun secara berkala menggelar kegiatan Musik Bagus Week guna mendekatkan diri musisi kepada pencinta musik Tanah Air. 

Solois kelahiran Jakarta, 30 Oktober 1975, ini pun senang kegiatan Musik Bagus Week bisa memberikan edukasi sekaligus meningkatkan potensi yang ada dalam industri musik. Terlebih lagi, kegiatan ini semua datangnya dari Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan No. 28 Tahun 2017 yang lahir di era pemerintahan Pak Jokowi. 

Hal ini menjadi payung penting untuk bicara bagaimana bidang kebudayaan menjadi bagian penting penggerak atau menjadi roh dalam pembangunan Indonesia ke depan. Kalau bicara kebudayaan tentu tidak bisa lepas dari musik sebagai kekuatan, maka itu menjadi penting.

“Musik sebagai kekuatan yang dipayungi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan ini bisa berperan sebagai roh pembangunan kalau ditanya keberagaman dengan konteks kesenian itu sendiri, sehingga jadi menarik untuk bisa kita lihat bahwa kekayaan Indonesia ke depan bukan lagi dari eksploitasi sumber daya alam lagi. 

Maksudnya, kita akan bergantung besar pada mainpower ada pada sumber daya manusia, dan bagi saya, bicara perkembangan musik di Indonesia ini selalu menarik,” ujarnya. (Thomasmanggalla)  

Source : https://lifestyle.sindonews.com/read/1266944/157/kembangkan-potensi-bisnis-musik-lewat-musik-bagus-week-1513653172