Indonesia punya gedung konvensi terbesar ASEAN senilai Rp 3,8 T

11 December 2014 News Archive | Google+

Merdeka.com - Indonesia segera memiliki gedung konvensi dan eksibisi terbesar di Asia Tenggara. Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) ini dibangun dengan investasi mencapai Rp 3,8 triliun. Tingkat pengerjaannya sudah 80 persen dan memasuki tahap topping off.

Presiden Direktur PT Indonesia International Expo (IIE), Danny Budiharto mengatakan, seluruh pembangunan gedung akan selesai Maret 2015. Namun Januari tahun depan gedung sudah mulai beroperasi, soft opening.

"Awal dari tonggak sejarah baru industri pameran Indonesia yang layak diperhitungkan bagi pertumbuhan bisnis," ucap Danny dalam acara topping off di BSD, Tangerang, Kamis (11/12).

Dalam acara ini hadir jajaran direksi PT IIE sebagai pemilik ICE serta Deutsche Messe AG selaku operator ICE. Acara ini dihadiri oleh pemegang saham industri MICE Indonesia, penyelenggara acara, promotor, serta asosiasi terkait.

ICE dibangun di atas lahan seluas 22 hektar di kawasan BSD City, Tangerang. Total luas bangunan 200.000 m2. Berbagai macam fasilitas dan sarana melengkapi 10 exhibition hall dengan luas 50.000 m2, ditambah area pameran luar ruang seluas 50.000 m2.

"Fasilitas konvensi dan ruang pertemuan sebanyak 33 unit dengan kapasitas untuk 10.000 orang. Kita juga tersedia in house food production, fasilitas parkir 3.000 kendaraan serta 300 kamar hotel bintang 4," katanya.

Danny menyebut, kelebihan lain dari ICE adalah fasilitas penunjang exhibition hall yang dilengkapi dengan saluran koneksi compressed air, listrik, saluran air bersih dan air kotor, serta dana elektronik canggih.

[noe]