Citi dan UBS Tangani Obligasi Global BSD

20 April 2015 News Archive | Google+

Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, Global Prime Capital Pte Ltd, tengah menawarkan obligasi global(global bond) kepada investor asing. Dalam penawaran tersebut, Citi bertindak sebagai koordinator tunggal, sedangkan UBS sebagaibookrunner.

Perusahaan properti milik Grup Sinar Mas itu telah bertemu dengan para investor di Hong Kong, Singapura, dan London pada 15-17 April 2015. “Bond ini sangat menarik, karena memiliki imbal hasil (yield) yang cukup tinggi,” kata seorang bankir dalam roadshow tersebut, seperti dikutip Global Capital, baru-baru ini.

BSD akan menggunakan dana hasil obligasi untuk membiayai akuisisi lahan, pengembangan proyek, serta keperluan umum. Namun, nilai surat utang internasional tersebut belum diketahui.

Sementara itu, lembaga pemeringkat Moody's menyematkan rating Ba3 dan prospek stabil kepada obligasi global BSD. Peringkat ini mencerminkan kuatnya posisi perseroan sebagai perusahaan properti yang terdiversifikasi.

Hingga akhir Desember 2014, BSD tercatat memiliki cadangan lahan seluas 4.667 hektare (ha). Cadangan lahan seluas ini dapat menopang pengembangan proyek selama 20-25 tahun.

Lebih jauh, sekitar 83 persen dari landbank berada di lokasi strategis Jabodetabek. Profillandbank tersebar di proyek-proyek menara perkantoran, komersial, hotel, kota mandiri, serta kawasan industri.

Analis Moody's Jacintha Poh mengatakan, peringkat BSD juga mencerminkan struktur keuangan dan likuiditas yang sehat, ditopang oleh ekspektasi kinerja operasional sehat selama 12 bulan mendatang. Perseroan juga diharapkan dapat menjaga rasio keuntungan berkat besarnya cadangan lahan.

“Meskipun 80 persen pendapatan BSD berasal dari sumber non-recurring, perseroan dapat menjalankan operasional secara fleksibel karena fokus pada penjualan tanah dan properti low-rise,” tulis Jacintha dalam risetnya.

Tahun ini, BSD membidik penjualan unit properti atau marketing sales sebesar Rp 7,5 triliun. Untuk mencapai target tersebut, BSD akan mengandalkan empat proyek utama senilai Rp 7,1 triliun. Pada awal 2015, BSD memperoleh suntikan dana sebesar Rp 1,65 triliun dari induk usahanya, Sinar Mas Land. Dana diberikan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement sebesar 5 persen.