BSD City Klaim Sebagai Ekosistem Pencetak Talenta Digital Berkelas Dunia

10 June 2019 News Archive | Google+

Banten, Makronesia.id – Menjawab tantangan zaman, terkait perkembangan pesat teknologi digital di dunia, BSD City mengklaim mereka memiliki visi untuk membangun ekosistem digital terdepan di Indonesia. Pengembangan ekosistem digital di BSD City akan berdampak kepada berbagai sisi kehidupan di Indonesia baik secara ekonomi maupun pendidikan. Sejalan dengan visi tersebut, BSD City bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan seperti Apple Academy, Binar Academy, Purwadhika, Techpolitan dan Creative Nest untuk menghadirkan institusi-institusi pendidikan digital terbaik. Dalam jangka panjang, keberadaan institusi pendidikan digital ini akan mendukung permintaan perusahaan-perusahaan digital yang telah ada sebelumnya di BSD City terhadap talenta digital. Selain itu, keberadaan institusi pendidikan digital akan menarik para pelaku digital untuk belajar, berkreasi, berkarya di BSD City.

Keberadaan institusi pendidikan ini didukung oleh pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara dalam pidatonya di Apple Graduation yang berlangsung di BSD City pada awal tahun ini mengatakan, “Indonesia membutuhkan 600.000 digital talent per tahun, baik untuk IoT (Internet of Things), artificial intelligence, big data analytics, robotic, dan beberapa silabus lainnya. Saya meminta kita fokus untuk menyiapkan digital talent di tingkat teknisi, sesuai dengan kebutuhan perusahaan besar seperti Microsoft, Cisco dan Google. Saya mengapresiasi Apple Academy yang ada di BSD City ini dapat turut berkontribusi.”

Selain Apple Academy, yang mencetak developer untuk aplikasi dengan sistem operasi berbasis iOS, BSD City menghadirkan beberapa institusi lainnya yang memiliki beragam program. Salah satunya adalah Purwadhika Startup and Coding School. Purwadhika memiliki program digital marketing, web development, user experience (UX) design, data science, coding dan game development. Kemudian Binar Academy yang menawarkan program untuk coding, product owner, back end dan front end dan User Interface (UI)&UX design juga telah membuka kelasnya untuk pelajar dan professional di BSD City. Selanjutnya Techpolitan dengan fokus dalam pengajaran coding Hypertext Preprocessor (PHP/untuk web development) dan Java (untuk Android), serta animasi 3D. Yang terakhir Creative Nest Indonesia yang berfokus dalam pengajaran animasi, virtual reality, augmented reality, graphic design, game design, coding dan motion graphic juga memperkaya ekosistem digital di BSD City.

Institusi-institusi pendidikan tersebut saat ini berlokasi di berbagai tempat di BSD City seperti The Breeze dan Green Office Park. Namun dalam rencana jangka panjang, semua institusi pendidikan dan perusahaan berbasis digital akan ditempatkan di Digital Hub. Kawasan ini dikembangkan oleh Sinar Mas Land, terinspirasi dari Silicon Valley di Amerika Serikat yang merupakan pusat komunitas dan bisnis digital pertama di dunia.

“Kota-kota digital di dunia berawal dengan huruf B: Bay Area/Silicon Valley, Beijing (China), dan Bangalore (India). Saya harap BSD City dapat menjadi kota B yang ke-empat,”ujarnya.

Keberadaan institusi pendidikan digital juga diharapkan dapat memacu pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

“Digital Hub disiapkan untuk menjadi pionir dan kiblat ekonomi digital di Indonesia. Sinar Mas Land belajar dari Silicon Valley yang bermula dengan top universities, salah satunya Stanford University, sebelum berkembang menjadi kawasan ekonomi digital. Oleh sebab itu, di BSD City kami membangun CBD area dimana banyak membutuhkan aktivitas ekonomi, salah satunya kami fokuskan dengan mengembangkan sekolah-sekolah digital yang mencetak World Class digital talents seiring dengan pengembangan fisik di Digital Hub. Keseimbangan antara dua hal ini akan akan menciptakan suasana ekonomi digital yang optimal.” Hal ini dijelaskan oleh Project Leader Digital Hub BSD City, Irawan Harahap,

Sejalan dengan pusat-pusat pendidikan yang baik, Sinar Mas Land juga meningkatkan kualitas piranti teknologi di BSD City, salah satunya dengan pemasangan fiber optic untuk kecepatan internet hingga 1 Gbps. Integrasi-integrasi ini dilakukan dalam pengembangan kota untuk memantapkan BSD City sebagai kawasan yang unggul pada era 4.0 ini. Hal inipun diapresiasi di bidang bisnis sehingga perusahaan berskala internasional seperti Unilever, Huawei, Apple yang kini telah berkantor di BSD City. Keberadaan perusahaan-perusahaan dan digital talent pool yang semakin berkembang memperkuat BSD City sebagai kawasan ekonomi berbasis digital.

BSD City secara keseluruhan disiapkan untuk menjadi integrated smart digital city. Sinar Mas Land mengembangkan digital talent pool di BSD City untuk startup hingga big companies mendukung transformasi ekonomi digital di era 4.0 ini. Secara infrastruktur, belum lama ini Sinar Mas Land dan Grab meluncurkan uji coba GrabWheels di Kawasan BSD City sebagai moda transportasi jarak pendek sekitar 3 hingga 5 kilometer yang juga ramah lingkungan sebagai bagian yang memperkuat system transportasi yang terintegrasi di area BSD City , pengadaan utilitas serta data center, cloud system, big data, public Wi-Fi dan IoT. Dari sisi lingkungan, Sinar Mas Land mengembang berbagai fasilitas untuk menunjang keseharian masyarakat BSD City mulai dari rumah sakit seperti Eka Hospital dan lain lain. Pusat perbelanjaan seperti Aeon Mall, The Breeze, Q Biq dan ICE. Semua ini didukung oleh layanan township dan customer handling management yang terintegrasi.

 

Source : https://www.makronesia.id/bsd-city-klaim-sebagai-ekosistem-pencetak-talenta-digital-berkelas-dunia/