BSD City Bangun Ekosistem Digital Saingi Silicon Valley

13 June 2019 News Archive | Google+

WE Online, Jakarta - Melihat perkembangan pesat teknologi digital di dunia, BSD City memiliki visi untuk membangun ekosistem digital terdepan di Indonesia. Untuk mewujudkannya, BSD City bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan seperti Apple Academy, Binar Academy, Purwadhika, Techpolitan, dan Creative Nest menghadirkan institusi-institusi pendidikan digital terbaik. Dalam jangka panjang, institusi ini akan mendukung permintaan talenta digital dari sejumlah perusahaan di BSD City.

Selain itu, keberadaan institusi pendidikan digital akan menarik para pelaku digital untuk belajar, berkreasi, dan berkarya di BSD City.

Kehadiran institusi pendidikan ini didukung oleh pemerintah. Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam pidatonya di Apple Graduation pada awal tahun ini mengatakan, "Indonesia membutuhkan 600.000 digital talent per tahun, baik untuk IoT (internet of things), artificial intelligencebig data analytics, robotic, dan beberapa silabus lainnya. Saya minta kita fokus menyiapkan digital talent di tingkat teknisi sesuai kebutuhan perusahaan besar seperti Microsoft, Cisco, dan Google. Saya mengapresiasi Apple Academy di BSD City ini dapat turut berkontribusi."

Selain Apple Academy, yang mencetak developer untuk aplikasi dengan sistem operasi berbasis iOS, BSD City menghadirkan beberapa institusi lainnya dengan beragam program. Salah satunya Purwadhika Startup and Coding School, yang memiliki program digital marketing, web development, user experience (UX) design, data science, coding, dan game development.

Kemudian Binar Academy yang menawarkan program untuk coding, product owner, back end dan front end, serta user interface (UI) & UX design juga telah membuka kelasnya untuk pelajar dan profesional di BSD City.

Selanjutnya Techpolitan dengan fokus dalam pengajaran coding hypertext preprocessor (PHP/untuk web development) dan java (untuk Android), serta animasi 3D. Yang terakhir, Creative Nest Indonesia yang berfokus pada pengajaran animasi, virtual reality, augmented reality, graphic design, game design, coding, dan motion graphic juga memperkaya ekosistem digital di BSD City.

Institusi-institusi pendidikan tersebut saat ini berlokasi di berbagai tempat di BSD City, seperti The Breeze dan Green Office Park. Namun, dalam rencana jangka panjang, semua institusi pendidikan dan perusahaan berbasis digital akan ditempatkan di Digital Hub. Kawasan ini dikembangkan oleh Sinar Mas Land, terinspirasi dari Silicon Valley di Amerika Serikat yang merupakan pusat komunitas dan bisnis digital pertama di dunia.

"Kota-kota digital di dunia berawal dengan huruf B: Bay Area/Silicon Valley, Beijing (China), dan Bangalore (India). Saya harap BSD City dapat menjadi kota B yang keempat," ujar Rudiantara melalui siarab pers, Jumat (31/5/2019).

Keberadaan institusi pendidikan digital juga diharapkan dapat memacu pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini dijelaskan oleh Irawan Harahap, Project Leader Digital Hub, "Digital Hub disiapkan untuk menjadi pionir dan kiblat ekonomi digital di Indonesia. Sinar Mas Land belajar dari Silicon Valley yang bermula dengan top universities, salah satunya Stanford University, sebelum berkembang menjadi kawasan ekonomi digital. Oleh sebab itu, di BSD City kami membangun CBD, area di mana banyak membutuhkan aktivitas ekonomi, salah satunya kami fokuskan dengan mengembangkan sekolah-sekolah digital yang mencetak world class digital talents seiring dengan pengembangan fisik di Digital Hub. Keseimbangan antara dua hal ini akan menciptakan suasana ekonomi digital yang optimal."

 

Source : https://www.wartaekonomi.co.id/read230174/bsd-city-bangun-ekosistem-digital-saingi-silicon-valley.html